Acara dibuka dengan sambutan dari PEMDES Sungai Deras yang diwakili oleh KAUR Pemerintahan (Solihin) dan Dadang selaku ketua LDPH Sungai Deras. Solihin dan Dadang menyambut baik kedatangan TAF dan JARI yang diharapkan bisa terus mendampingi LDPH Sungai Deras dan kelompok perempuan yang ada di Desa Sungai Deras, terutama bagi yang telah bergabung di dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
PEMDES dan Ketua LDPH juga menyampaikan harapan kepada TAF dan JARI untuk juga mendampingi proses-proses administratif kelembagaan hutan desa, khususnya setelah Sungai Deras mendapatkan SK Hutan Desa. Ketua LDPH juga menyatakan kesiapan untuk terus melibatkan kelompok perempuan di dalam proses pengelolaan kawasan hutan desa di Sungai Deras. Selain itu, baik PEMDES maupun LDPH dan KUPS juga menyampaikan harapan kepada OPD yang hadir, untuk juga dapat memberikan dukungan dalam pengembangan dan pengelolaan hutan desa di Sungai Deras.
Selanjutnya juga ada kata sambutan dari DLHK Kalbar yang disampaikan oleh Setyo Haryani selaku Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat (RPM). Ibu Yani menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pengelolaan perhutanan sosial di Desa Sungai Deras. Karena selain sudah mengelola Nila dan Kelapa, Sungai Deras juga melibatkan secara aktif kelompok perempuan dalam pengelolaannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari LDPH (Dadang) dan perwakilan kelompok perempuan (nurul Inayah) mengenai proses-proses pembentukan LDPH, dinamika dalam mendapatkan SK Hutan Desa, bagaimana upaya melibatkan kelompok perempuan baik di LDPH maupun di KUPS, dukungan dari PEMDES dan masyarakat Desa Sungai Deras. Selanjutnya Nurul Inayah dari kelompok perempuan juga menyampaikan pengalaman kelompok perempuan dalam pembentukan KUPS, pengelolaan produk Nila menjadi Abon Nila dan Kerupuk Tulang Ikan Nila dan Kelapa menjadi minyak kelapa. Pengalaman kelompok perempuan dalam melakukan patroli hutan desa menggunakan aplikasi forest watcher.
Diskusi mengenai pengalaman, peluang dan tantangan kelompok dalam pengelolaan produk di KUPS, serta hal apa saja yang diperlukan untuk menguatkan KUPS yang ada:
Selanjutnya adalah diskusi mengenai pengalaman, peluang dan tantangan kelompok dalam pengelolaan produk di KUPS, serta hal apa saja yang diperlukan untuk menguatkan KUPS yang ada. Fasilitator mengajak para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan informasi, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan potensi komoditas di Desa Sungai Deras dan peluang-peluang yang memungkinkan dalam rangka pembentukan KUPS di Desa Sungai Deras. Mengenai peluang dan tantangan pembentukan KUPS perempuan di Desa Sungai Deras.
Dari proses diskusi pada potensi desa kepada semua peserta kegiatan, dilakukan dengan penggalian informasi dan pendapat kepada masing-masing peserta. Dari proses diskusi didapatkan bahwa kelompok perempuan di Sungai Deras memiliki peluang untuk terlibat dalam pengelolaan komoditas. Hal ini terlihat dari cerita dari KUPS Nila dan Kelapa yang sudah mulai memproduksi Abon Nila dan Minyak Kelapa.
Kelompok perempuan juga mencatat apa saja tantangan yang dihadapi, mulai dari masih terbatasnya peralatan pengelolaan yang digunakan untuk membuat abon Nila dan Minyak Kelapa, masih diperlukannya peningkatan pengetahuan kelompok perempuan dalam mengelola Abon Nila dan Minyak Kelapa, produk yang ada juga masih memerlukan pendampingan terkait legalitas produk. (9/04/2026)
